SANTRE NURUL HUDA PELEYAN

Rabu, 20 Oktober 2010

MANUSIA TAK BERTULANG

DISINI SAYA INGIN BERBAGI INFORMASI BAGI ANDA SEMUA
Diposting oleh IRWAN AKHIRUZZAMAN di 02.29 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Pengikut

Arsip Blog

  • ▼  2010 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • MANUSIA TAK BERTULANG

Mengenai Saya

Foto saya
IRWAN AKHIRUZZAMAN
Seorang Bloggers dari kota santri yang berusaha menggapai cita-cita dan membahagiakan orang-orang tercinta
Lihat profil lengkapku

NO THEME

NO

MATERI

INDIKATOR

SOAL

RANAH

1

Alat Pencernaan Makanan

-Mengenal alat-alat pencernaan manusia

-Memahami proses pencernaan pada manusia

Digestive system diagram numbered.svg

Sebutkan bagian-alat pencernaa yang sesuai dengan nomor!

C1

(kemampuan mengingat dan mengenal suatu objek)

2

Zat Gizi

-Mengenal berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia

-Memahami akibat dari kekurangan gizi

1.Sebutkan akibat dari kekurangan

vitamin A!

2.Bagaimana pengaruh gizi terhadap

kesehatan reproduksi

C2

(kemampuan menangkap makna suatu objek)

3

Morfologi Daun

-Mengenal Alat-alat system sirkulasi darah

-Memahami proses peredarah darah pada manusia

Setelah kalian mempelajari tentang morfologi daun,mulai dari bentuk,tepi,dan tulang daun,carilah 10 macam bentuk daun yang berbeda serta beri keterangan disampingnya!

C3

(kemampuan menerapkan……dalam situasi yang baru/kongkrit)

4

System Sirkulasi Darah

-Mengenal alat-alat system sirkulasi darah

-Memahami proses peredarah darah pada manusia

Jelaskan proses peredaran darah kecil dan proses peredaran besar pada manusia sesuai dengan gambar diatas!

C4

(kemampuan menguraikan suatu kesatuan dalam bagian – bagian)

5

Proses fotosintesis

-Memahami proses fotosisntesis

1.Bagaimana pengaruh kadar air , karbondioksida dan cahaya matahari tehadap proses fotosintesis?

2.Jelaskan perbedaan reaksi terang dan reaksi gelap!

C5

(kemampuan mengintegrasikan bagian-bagian kedalam suatu kesatuan

6

System urinaria

-Mengenal organ system urinaria

-Memahami proses pengeluaran urine

1. Bagian dari saluran sistem urinaria sebagai penampung sementara urine yang dibentuk ginjal adalah :

a. pelvis ginjal

b. ansa of henle

c. vesica urinaria

d. uretra

e. vesica fellea

2.Darah yang menjadi bahan pembentukan urine dialirkan melalui :

a. arteri uterina

b. arteri renalis

c. truncus coelica

d. arteri mesenterica superior

e. arteri mesenterica inferior

C6

(kemampuan melakukan penilaian pada suatu objek tertentu)

GIZI DAN KESEHATAN

BAB I

ZAT – ZAT GIZI

1.1 Pengelompokan Zat Gizi

Zat – zat nutrien dibagi dalam duan golongan besar yakni makro nutrien ( zat gizi makro ) dan mikro nutrien ( zat gizi mikro ) zat gizi makro merupakan komponen terbesar dari susunan diet serta berfungsi menyuplai energi dan zat – zat gizi esensial yang berguna untuk keperluan pertumbuhna sel atau jaringan,fungsi pemeliharaan maupun aktifitas tubuh.kelompok makro nutrien terdiri dari karbohidrat( hidrat arang) lemak,protein,( zat putih telur ) makromineral dan air. Dalam golongan zat gizi mikro termasuk vitamin( baik yang larut dalam air maupun yang larut dalam lemak ),dan sejumlah mineral yang hanya dibutuhkan dalam kuantitas yang sangat sedikit.(1)

Karbohidrat terdiri atas unsur – unsur karbon ( C ),hidrogen ( H ) dan oksigen ( O ) karbohidrat mempunyai rumus kimia Cn(H2O)n.karbohidrat yang terdapat di dalam makanan pada umumnya hanya tiga jenis,yaitu monosakarida,disakarida dan polisakarida,mon dan disakarida terasa manis,sedangkan polisakarida tidak mempunyai rasa ( tawar ) didalam bahan makanan nabati terdapat dua jenis disakarida yaitu disakarida yang dapat dicerna dan yang tidak dapat dicerna,disakarida yang dapat dicerna ialah selulosa,pentosa dan galaktan.polisakarida didalam bahan makanan hanya ada tiga jenis yang mempunyai anti gizi,ialah sukrosa,maltosa dan laktosa.monosakarida di dalam makanan juga ada jenis yang mempunyai arti gizi yaitu glukosa,fruktosa dan galaktosa.Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh – tumbuhan,yaitu biji,batang dan akar,seperti pisang,sawo,nangka,sukun dan kelewih,beras,akar dan umbi serta ekstra tepung seperti sagu dan kacang – kacangan,karbohidrat hewani terutama terdapat di dalam otot ( daging )

Fungsi Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber utama energi yang paling murah dari tiga jenis sumber utama energi yaitu kerbohidrat,lemak dan protein,karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan volume dalam isi usus dan melancarkan gerak peristaltik yang melancarkan aliran hasil yang sudah halus ( kimus ) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja ( defekasi ).

Penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat

1.Penyakit kurang kalori dan protein ( KKP ) atau protein calorie mal nutrition ( PCM ) atau protein energy malnutrition ( PEM )

2.Penyakit kegemukan atau obesitas

3.Diabetes Militus atau penyakit gula atau penyakit kencing manis

4.Intoleran laktosa

Lemak

Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur – unsur karbon ( C ),hidrogen ( H ) ,oksigen ( O ) ,yang mempunyai sifat dapat larut pada zat – zat pelarut tertentu.lemak didalam makanan memgang peranan penting adalah emak netral,atau trigliserida,

Lemak dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara :

1.Menurut struktur kimiawinya :

a) Lemak netral ( trigelisarida )

b) Fosfolipida

c) Lestin

d) Sfingomielin

2.Menurut sumbernya ( bahan makanan )

a) Lemak hewani

b) Lemak nabati

3.Menurut konsistensinya

a) Lemak padat

b) Lemak cair

4.Menurut wujudnya

a) Lemak tak terlihat ( invisible fat )

b) Lemak terlihat ( Visible fat )

Asam Lemak alamiah selalu mengandung H2NO2 dengan N = 4,6,8 dan seterusnya sampai 18.deret asam – asam lemak ini termasuk asam – asam lemak jenuh.asam lemak jenuh dengan jumlah karbon sampai 6 buah,disebut asam lemak rantai pendek.makin pendek rantai karbonnya semakin mudah larut dalam air dan semakin susah larut dalam zat –zat pelarut lainnya

Menurut sumbernya lemak di bedakan menjadi lemak nabati dan lemak hewani,lemak nabati lebih banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang menyebabkan titik cair yang lebih rendah dan dalam suhu kamar berbentuk cair disebut minyak,lemak hewani mengandung asam lemak jenuh,mempunyai rantai karbon panjang yang mengakibatkan dalam suhu kamar berbentuk padat.

Fungsi lemak dlam makanan memberikan rasa gurih,memberikan kualitas renyah,memberi kandungan kalori tinggi,

Didalam tubuh lemak berfungsi terutama sebagai cadangan energi dalam bentuk jaringan lemak yang di timbun ditempat – tempat tertetntu.

Asam lemak tak jenuh ganda merupakan zat gizi yang esensial bagi kesehatan kulit dan rambut

Penyakit yang berhubungan dengan lemak

Dalam fungsinya sebagai salah satu zat gizi penghasil energi,kekurangan konsumsi lemak akan mengurangi konsumsi kalori. Dalam kaitannya sebagai pelarut vitamin,defesiensi lemak atau gangguan absorbsi lemak dpat menimbulkan gejala – gejala defisiensi vitamin yang larut lemak. Pada binatang percobaan difisiensinya lemka menimbulkan difisiensi asam lemak tek jenuh ganda yang memberikan gejala kelainan kulit dan rambut(3)

Protein

Protein merupakan zat gizi yang sangat penting,molekul protein mengandung unsur – unsur C,H,O dan unsur khusus yang terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul karbohidrat maupun lemak adah nitrogen (N).

Jenis Protein

Klasifikasi protein dapat dilakukan berdasarkan berbagai cara

Berdasarkan komponen yang menyusun protein

a) Protein Bersahaja ( Simple Protein )

b) Protein Kompleks ( Conjugated Protein )

c) Protein Derivate ( Protein Derivative )

berdsarkan sumbernya

a) Protein Hewani

b) Protein Nabati

Sumber protein hewani dapat berbentuk daging dan alat – alat dalam seperti hati,pankreas,ginjal,paru,janutng dan jeroan ,serta susu dan telur juga ikan,kerang dan jenis udang merupakan sumber protein yang baik,ayam dan jenis burung lain serta telurnya juga merupakan sumber protein yang berkualitas baik

Sumber protein konvensional mencakup :

a) Ampas biji – bijian bekas pembuatan minyak makan sebagai hasil sisa pabrik

b) Tepung ikan

c) Protein daun

d) Unicellular algae

e) Ragi ( yeast)

Fungsi Protein

Fungsi protein di dalam tubuh sangat erat hubungannya dengan hayat hidup sel. Dalam penyuluhan dan pendidikan gizi ditekankan fungsi protein sebagai zat pembangun. Protein juga berfungsi sebagai zat pertahanan tubuh melawan berbagai mikroba dan zat toksik lain yang datang dari luar dan masuk kedalam milieu interiur tubuh. Protein juga sebagai zat pengatur proses – proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon.

1.2 Keseimbangan Asam Amino

Kualitas yang terbaik dari suatu protein adalah adanya semua asam amino esensial dalam jumlah masing – masing sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penyakit gizi yang berhubungan dengan protein

Ada dua jenis penyakit gizi yang berhubungan dengan protein yaitu penyakit berdasarkan difisiensi protein dan berdasarkan kelainan sintesis serta metabolisme protein

Penyekit kurang kalori dan protein ( KKP / PCM / PEM )

Defisiensi protein secara ekstrim dengan kalori yang relatif mencukupi. Dalam hal ini akan terjadi penyakit kwarshiorkor dan marasmus

1.3 Penyakit Penyerta

Penyakit penyerta ini biasanya berupa infeksi yaitu

a) Penyakit infeksi saluran pernapasan terutama bagian atas

b) Penyakit infeksi saluran pencernaan , dengan gejala mencret dan

c) Berbagai penyakitk anak secara umum juga meningkat,baik dalam morbiditas maupun mortalita

1.4 Vitamin

Vitamin ialah suatu zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil dan harus di datangkan dari luar,karena tidakk dapat disintesis oleh tubuh,

zat demikian disebut anti vitamin atau anti metabolit dari vitamin tersebut.

Mekanisme kerja suatu antivitamin dapat bermacam – macam:

a) Ada yang merebut titik aktif di dalam enzim,disebut hambatan kompetitif

b) Ada yang merusak vitamin ketika masih didalam saluran gastrointestinal

c) Ada pula yang mengikat vitamin tersebut di dalam rongga usus,sehingga mengendap dan tidak dapat diserap dalam mukosa dinding usus


Fungsi Vitamin

Jenis Vitamin

Fungsi

Vitamin A

Vitamin D

Vitamin E

Vitamin K

Vitamin B1

Vitamin B2

Niacin

Vitamin B6

Asam Folat

Vitamin B12

Vitamin C

Zat Besi

Yodium

Zink

Fluor

Selenium

Mangaan

Mekanisme penerimaan bahaya di retina,keutuhan epitel dan lisosom,berperan dalam proses oksidasi dalam tubuh

Absorbsi Ca dan pembentukan pada mineralisasi tulang

Resorbsi Ca pada tubuh ginjal

Anti sksodan dalam sel radikal bebas pada membran sel

Pembekuan darah

Metablisme kerbohidrat,fungsi sel saraf dan oto jantung

Metabolisme energi dan protein,keutuhan mukosa

Reaksi oksidasi – reduksi,metabolisme karbohidrat

Metabolisme asam amino berperan dalam pertmbuhan sel saraf

Sintesis eritrosit ( pematangan )

Sistesis,sintesis DNA , fungsi saraf

Penyembuhan luka,jaringantulang,kolagen,respirasi jaringan ,pembuluh darah

Sistesis Hb,mioglobin,enzim dan protein

Pembentukan T3 dan T4 pada tiroid,diferensiasi pada janin

Komponen enzim penyembuhan luka

Pembentukan tulang dan gigi

Hormon tiroid

Komponen enzim

Suplementasi Dan Fortifikasi Vitamin

Cara penambahan kadar vitamin yang terbuang dan berkurang kadranya kembali ke kadara normal di sebut suplementasi. Fortifikasi adalah penambahan bahan makanan sehingga mencapai kadar yang lebih tinggi dari pada kadar alamiahnya.

Bahan makanan yang diberi tambahan vitamin dinamakan bahan makanan pembawa

Bahan makanan pembawa harus memnuhi syarta berikut :

a) Harus dikonsumsi merata oleh seluruh lapisan popilasi,target dalam kuantum yang rata- rata konstan,tidak banyak berfluktasi

b) Kadar vitamin yang ditambahkan tidak menyebabkan perubahan bahan makanan pembawa baik warna,rasa,bau dan kualitas konsumsi setelah diolah.

c) Vitamin yang ditambahkan pada bahan pembawa tidak mengalami perubahan,yang menyebabkan pengurangan kekuatan vitamin tersebut

d) Setelah ditambahkan vitamin,harga bahan makanan pendukung tidak menjadi mahal.

1.5 Mineral

Mineral dapar kita bedakan dalam 2 kelompok besar berdasarkan kuantumnya yaitu :

a) Makroelement yang terdapat dalam kuanntum yang relatif besar,seperti kalium (K),natrium(Na),Kalsium (Ca),magnesium (Mg),dan fosfor (P),Sulfur,sertaKlor(Cl). makroelement berfungsi sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel dan jaringan.

b) Mikroelement yang terdapat dalam kwantum yang relatif sedikit.mikroelement dapat dkelompokkan lagi menurut kegunaannya di dalam tubuh:

a) Mikroelement esensial,yaitu yang benar – benar di perlukan dalam tubuh,jadi harus ada seperti Ferum(Fe),Kuprum(Cu),Kobalt(Co,Selenium(Se),Zink(Zn)dan iodium(I),serta Flor (F).

b) Mikroelement yang meungkin esensial beleum pasti benar diperlukan atau tidak di dalam struktur atau fisiologis tubuh seperti krom (Cr) da molibedenum(Mo).

c) Mikroelement yang tidak diperlukan atau nonesensial jenis ini terdapat dalam tubuh karena terbawa tidak sengaja bersama bahan makanan,jadi sebagai kontaminan(pencemar) kelompokm ini adalah aluminium (Al),Arsen(As).

c) Ada lagi kelompok yang disebut elemen renik,yang sebenarnya sudah termasuk kelompok mikroelement,tetapi diperlukan dalam kwantum yang lebih kecil lagi,kedalam kelas ini termasuk kobalt(Co),Kuprum(Cu) dan Zink(Zn).

Kalsium Fosfor

Sebagian besar kedua unsur ini terdapat sebagai garam kalsium fosfat di dalam jaringan keras tubuh,ialah tulang dan gigi geligi memberikan sifat keras kepada kedua jenis jaringan tersebut.

Natrium dan kalium

Na dan K mempunyai berbagai fungsi penting :

a) Dalam mempertahankan keseimbangan air

b) Dalam mempertahankan keseimbangan tekanan osmosis

c) Dalam mempertahankan keseimbangan asam – basa

d) Dalam mekanisme”sodium Pump”

Belerang

Unsur ini di dalam tubuh merupakan bagian dari molekul organik dan terdapat di dalam kondisi tereduksi ( SH dan S ),dan tidak dalam bentuk teroksidasi sebagai sulfat,kebutuhan tubuh akan zat belerang ( S ) selalu dapat terpenuhi di dalam bahan makanan

Flour

Gigi memerlukan zat flour ini bagi kesehatannya,melindungi dentin dan email dari serangan karies dentis

Yodium

Yodium ( I) juga merupakan zat esensial bagi tubuh,karena merupakan komponen dari hormon tiroksin,kekurangan yodium( I ) memberikan kondisi hipotriodisme dan tubuh mencobanya untuk mengompensasi dengan menambah jaringan kelenjar gondok sehingga terjadi hipertrofi yang memberikan pembesaran kelenjar tiroid tersebut,dan disebut penyakit gondok.

Klor

Klor ( Cl ) sendiri berbentuk gas dan berwarna biru kehijauan dan bersifat racun keras.klor selalu dikonsumsi dam bentuk garam dapur (NaCl).zat mineral ini belum pernah dilaporkan memberikan gejala – gelala defisiensi.tersedia di dalam bahan makanan secara mencukupi dan kebutuhannya bagi manusia tidak diketahui.

Zar besi

Zar ini terutama diperlukan dalam hemopobesis(pembentukan darah ) yaitu dalam sintesis hemoglobin(Hb). Disamping itu berbagai jenis enzim memerlukan Fe sebagai faktor penggiat.

a) Hemoglobin mengandung bentuk ferro. Fungsi hemoglobin adalah mentranspor CO2 dari jaringan ke paru – paru untuk diekskresikan kedalam udara pernapasan dan membawa O2 dari paru – paru ke sel – sel jaringan

b) Mioglobin terdapat di dalam sel – sel otot,fungsi mmioglobin ialah dalam proses kontraksi otot

c) Transferin,mengandung Fe bentuk Ferro.transferrin merupakan konjugat Fe yang berfungsi mentranspor Fe tersebut di dalam plasma darah,dari tempat penimbunan Fe ke jaringan – jaringan ( sel) yang memerlukan(sumsum tulang tempat terdapat jaringan hemopoitik)

d) Feritin , mengandung bentuk feri.

e) Hemosiderin adalah konjugat protein dengan ferri dan merupakan bentuk simpanan dari zat besi juga.

Tembaga

Tembaga (Cu) merupakan elemen renik ( trace ) yang esensial bagi tubuh dan merupakan komponen dari berbagai jenis enzim dalam sistem eritropoitik,pembentukan tulang dan rekasi redoks.

Kobalt

Kobalt ( Co) merupakan elemen renik yang juga esensial bagi tubuh,karena merupakana komponen dari struktur vitamin B12. metabolisme kobalt tidak terjadi di dalam jaringan tubuh kita ,karena vitamin B12 tidak dapat disintesis olehnya,tetapi dapat disintesis oleh mikroflora.

Magnesium

Magnesium (Mg)merupakan unsur esensial bagi tubuh dan tubuh kita mengandung unsur ini sebanyak 25 Gr.

Zink

Elemen Zink ( Zn) merupakan renik esensial bagi tubuh bebrapa jenis enzim memerlukan Zn bagi fungsinya dan bahkan ada enzim yang mengandung Zn didalam struktur molekulnya.


Elektrolit

Elektrolit dibagi menjadi 3 diantaranya ialah : natrium,klorida kalium adalh mineral utama yang juga merupakan elektrolit utama dalam tubuh.

Natrium

Sebagai kation ekstraseluler utam,matrium sangat bertanggung jawab untuk mengatur keseimbangan cairan,natrium sangat penting dalam keseimbangan azam – basa,transmisi saraf dan kepekaan otot

Kalium

Sebagian besar kalium tubuh terdapat di dalam sel sebagai kation utama cairan intraseluler,sisanya ada dalam di cairan ekstraseluler fungsinya untuk mempertahankan keseimbangan cairan mempertahankan keseimbangan asam-basa ,transmisi impuls saraf,mengkatalisasi reaksi metabolik pada metabolisme karbohidrata dan pada sintesis protein

Klorida

Klorida adalah anion utama dalam cairan ekstraseluler yang membantu mempertahankan keseimbangan cairan,berperan dalam bidang pencernaan dan keseimbangan asam – basa hampir semua klorida berasal dari garam.(4)

Catatan Kaki

1. Dr.H. Agus Krisno Budiyanto,M.Kes”Gizi Dan Kesehatan”Universitas Muhamdiyah,Malang Th.2002,Hal 67

2. Mary Courtney Moore”Buku Pedoman Terapi Diet Dan Nutrisi”Yrama Widya,Jakarta, Th 1997, Hal 102

3. Dr.H. Agus Krisno Budiyanto,M.Kes”Dasar Ilmu gizi”Universitas Muhamdiyah Malang,Th 2001,Hal.2052.

4. Mary Courtney Moore”Buku Pedoman Terapi Diet Dan Nutrisi”Yrama Widya,Jakarta, Th 1997, Hal. 56


BAB II

PANGAN GIZI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA

2.1 Pangan

Pangan Adalah Bahan – Bahan yang dimakan sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi pemeliharaan , pertumbuhan , kerja dan penggantian jaringan tubuh yang rusak,pangan juga dapat diartikan sebagai bahan sumber gizi

Sektor pangan sebagai sumber bahan ( zat ) gizi merupakan sektor yang strategis,hal ini disebabkan oleh:

  1. Sektor pangan ( terutama sektor pertanian ) merupakan industri massal yang melibatkan banyak orang ,baik dibidang produksi penglahan , dan distribusi
  2. Pangan dikonsumsi oleh semua golongan / lapisan mesyarakat indonesia

dalam bidang produksi pengan terdapat permasalahan-permasalahan diantaranya adalah :

  1. Sentarl produksi pangan hanya di daerah tertentu yang hampir 60% dari produksi pangan indonesia berasal dari jawa
  2. Produksi pangan masih tergantung pada musim,yang pada musim penghujan hasil panen meningkat sedangkan pada mosim kemarau hasil panen menurun
  3. Produksi pangan bersifat fluktuatif yang sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca,gangguan hama,penyakit , dan gangguan alam.

Cara – cara untuk meningkatkan produksi pangan yaitu :

  1. Intensifikasi produksi pangan melalui pamakaina jenis tekhnologi bercocok tanam modern
  2. Ekstensifikasi pangan atau perluasan produksi pangan
  3. Diversifikasi pangan yang berarti menganekaragamkan makanan pokok masyarakat suatu daerah dengan berbagai makanna pokok yang dapat disediakan oleh pemerintah(1)

2.2 .Pangan Dan Gizi

Pangan menyediakan unsur-unsur kimia tubuh yang dikenal sebagai zat gizi,pada gilirannya zat gizi tersebut menyediakana tenaga bagi tubuh,mengatur proses dalam tubuh,dan membuat,lancarnya pertumbuhna serta memperbaiki jaringan tubuh bebrapa diantara zat gizi yang disediakan oleh pangan tersebut disebut zat gizi esensial,mengingat kenyataan bahwa unsur-unsur tersbut tidak dapat dibentuk dalam tubuh,setidaknya dalam jumlah yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan yang normal,jadi zat gizi esensial yang disediakan untuk tubuh yang dihasilakn dalam pangan ,umumnya adalah zat gizi yang tidak dibentuk dalam tubuh dan harus disediakan dari unsur oangan diantaranya adalah asam amino esensial diperlukan untuk memperoleh dan mempelihara pertumbuhan ,perkembangan dan kesehatan yang baik,oleh karena itu pengetahuan terapan tentang kandungan zat gizi dalam pangan yang umum dapat diperoleh penduduk di suatu tempat adalah penting guna merencanakan ,menyiapkan dan mengkonsumsi makanan seimbang.berdasarkan asupan gizi seseorang akan mempunyai status gizi,secara umum ada 3 status gizi yaitu status gizi kurang,status gizi kurang dan status gizi lebih.

Faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah sebagai berikut:

  1. Produk makanan ( jumlah dan jenis makanan )
  2. Pembagian makanan dalam keluarga
  3. Akseptabilitas menyengkut penerimaan /penolkan terhadap makanan yang terkait dengan cara memilih dan menyajikan pangan
  4. Prasangka buruk pada bahan makanan tertentu
  5. Pantangan pada makanan tertentu
  6. Kesukaan terhadap jenis makanan tertentu
  7. Keterbatasn ekonomi
  8. Kebiasaan makan
  9. Selera makan
  10. Sanitasi makanan (penyiapan , penyajian dan penyimpanan )
  11. Pengethuan gizi(2)

2.3 .Hubungan Pangan , Gizi Dan Pembangunan Manusia Indonesia

GBHN telah menetapkan bahwa pembangunan yang sedang kita galakakan bersama dewasa ini bertujuan untuk membanguna masyarakat indonesia seluruhnya,jumlah penduduk yang besar,modal badan fisik biologis ,modal rohaniah dan mental serta potensi efetif bangsa merupakan sebagaian dari modal pembangunan dengan demikian bangsa indonesia adalah subyek dan objek dari pembangunan.membangun manusia indonesia indonesia seutuhnya berarti menjamin adanya penigkatan taraf hidup rekyat dari semua lapisan masyarakat dan golongan peningkatan taraf hidup tercermin pada kebutuhan pokok yaitu pangan sandang,[emukiman kesehatan dan pendidikan kemajuan usaha pemenuhan kebutuhan pokok akan merupakan tolok ukur pencapaian pembangunan perlu ditekankan di sini bahwa pengukuran itu tidak hanya kuantitatifnya.keadaan gizi masyarakat tidak lain adalah pencerminan kuaitatif dari pemenuhan kebutuhan pokok akan pangan tersebut

Masalah gizi yang terjadi pada masan tertentu akan menimbulkan masalah pemangunan dimasa yang akan datang.penundaan pemberian perhatian pemeliharan gizi yang tepat terhadpa anak – anak akan menurunkan potensi mereka sebagai sumber daya pebangunan masyarakat dan ekonomi nasional anak – anak memerlukan penanganan serius terutama jaminan ketersediaan zat – zat gizi sedini mungkin hal ini disebabkan oleh bebrapa alasan yaitu :

1. Kekurangan gizi adalh penyebab utama kematian bayi dan anak – anak

2. Kekurangan gizi berakibat meningkatnya anka kesakita dan menurunnya produktifitas kerja manusia

3. Kekurangan gizi berakibat mennurunnya kecerdasan anak – anak

4. Kurangnya gizi berakibat menurunnya daya tahan maunsia untuk bekerja.yang berarti menurunnya prestasi dan produktifitas kerja manusia .

Kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga ( UPGK )

Ø Penanggulangan kekurang vitamin A

Ø Penanggulangan anemia Gizi

Ø Penanggulangan gondok endemik,Dll (3)

CATATAN KAKI

1. Dr.H. Agus Krisno Budiyanto,M.Kes”Gizi Dan Keshatan”,Universitas Muhammadiyah Malang,Th 2002,Hal.201

2. Dr.H. Agus Krisno Budiyanto,M.Kes”Gizi Dan Keshatan”,Universitas Muhammadiyah Malang,Th 2002,Hal.219

3. Kusno Waluyo”Gizi Dan Pola Hidup”yrama Widya Jakarta,Th.2004.Hal.53


BAB III

PANGATURAN DAN PENGAMANAN UNTUK KESEHATAN

Pengaturan Makanan

Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung gizi yang berguna bila dimasukkan ke dlam tubuh

Pengaturan makanan mencakup perencanaan makanan,pembelian bahan pangan penyimpanan bahan pangan yang aman dan pengawasan serta persiapan makanan

A. Pengamanan makanan

a. Masakla sayuran dengan baik

b. Masaklah prootein hewani dengan baik

c. Hati – hati dengan racun dalam makanan

d. Hati – hati dengan kontaminasi bakteri dan parasit

e. Hati – hati dengan kontaminasi karena zat – zat kimia berbahaya dapat masuk ke dalam makanan melalui kecelakaan atau ketidak hati – hatian (1)

B. Pencegahan Penyakit

3.2 Pencegahan penyakit akibat keracunan makanan dapat dilakukan dengan senantiasa menerapkan langkah – langkah pengamanan makanan yaitu sebagai berikut :

1. Jangan mengolah makanan jika memilkki penyakit infeksi karena terpotong dll.

2. Selalu bekerja dengan tangan bersih

3. Menghindari kontaminasi beberapa sisa-sisa makanan

4. Jangan menyimpan perlengkapan pembersihan pestisida dan obat – obatan dengan makanan

5. Mendinginkan makanan maksimal dengan suhu 400 F

6. Menyimpan makanan yang sangat panas 140oF

7. Perlindungan konsumen

Perlindungan konsumen didasarkan kepada 4 hukum

1.Pengepakan dan pelabelan harus adil yang berlaku sejak tahun 1966 menyatakan bahwa label pada kaleng makanan harus memperlihatkan bahan – bahan yang terkandung & menuliskan berta keseluruhan

2.Kontrol radiasi untuk kesehatan dan kamatian berlaku sejak tahun 1968,melindungi masyarakat umum dari informasi yang tidak perlu terhadap radiasi,produk-produk elektronik open mikro wave

3.Pelayanan kesehatan masyarakat yang berlaku sejak tahun 1944

4.Administarasi makanan dan obat telah diterapkan pada bidang

makanan,obat-obatan ,dan kosmetik yang berlaku sejak tahun 1938(2)

CATATAN KAKI

1. .Dr.H. Agus Krisno Budiyanto”Dasar Ilmu Gizi’Universitas Muhamdiyah Malang,Th.2001,HAL.1

2. Dr.H. Agus Krisno Budiyanto”Dasar Ilmu Gizi’Universitas Muhamdiyah Malang,Th.2001,HAL.7


BAB IV

Penyakit Gizi Salah

Klasifikasi Penyakit Gizi Salah

Penyakit – penyakit gizi semakin lengkap di ketahui dengan keamjuan – kamajuan di bidang ilmu gizi dan tekhnik risetnya,banyak penyakit yang tadinya tidak diketahui sebabnya dan dimasukkan dalam golongan panyakit disposisi,kini ternyata merupakan penyakit kelainan gizi

Penyakit gizi salah dapat digolongkan kedalam tiga kelompok besar , yaitu :

a) Penyakit Bawaan

b) Penyakit berdsarkan ketidak seimbangan antara intake dan requerment dan zat-

zat gizi ada 2 kemungkinan yaitu :

a. Gizi Lebih

b. Gizi Kurang

c) Penyakit Keracunan Makanan

A. Bebrapa Jenis Penyakit

a. Obesitas

Didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh , secara klasik obesitas telah dihentikan sebagai yang lebih besar 20 % bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu ,Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebuthan energi,dimana konsumsi terlalu banyak di bandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian

b. Kekurangan kalori protein ( KKP )

Ø Jenis KKP

1. Kwarshiokor,terjadi akibat tidak cukupnya makanan yang dimakan & tidak cukupnya protein,tanda – tanda penyakit ini adalah :

a. Bengkak pada tangan,kaki atau anggota badan yang lain

b. Berat badan kurang

c. Wajah sembab dan otot – otot kendur

2. Marasmic kwarshiokor,disebabkan karena kekurangan kalori yang berlebhan sehingga menyebabkan zat cadangan makanan dalam tubuh terpaksa dipergunakan untuk memnuhi kebutuhan kelangsungan hidupnya, ditandai dengan badan yang sangat kurus,wajah seperti orang tua dan kulit keriput (1)

B. Busung lapar

Busung lapar adalah kowrshiokor pada orang dewasa yang disebabkan karena kekurangan makanann terutama protein dalam waktu yang lama secara berturut – turut,faktor keadaan tersebut ada faktor ekonomi dan faktor sosial .

C. Devesiensi vitamin A

Kelainan yang timbul apabila kekurangan vitamni A

Ø Buta senja sebagai akibat dari gangguan regerasi rhodopsin

Ø Xeropthalmiah,bercak putih- putih berbentuk segitiga pada selaput mata, penyakit ini dapat dicegah dengan banyak mangkonsumsibuah – buahan berwarna yang merupakan sumber karoten.

D. Defisiensi thiamine ( vitamin B )

Penyakit difesiesnsi thiamine dikenal dengan beri – beri, dan penyakit beri – beri ini dibagi menjadi 2 yaitu :

Ø Beri –beri basah terlihat oedema dan kelainan jantung

Ø Beri – beri kering kelainan terutama terdapat pada susunan syarat perifer & muscular washing,makanan yang kaya akan thiamin seperti beras tumbuh,kacang kacangan , daging,telur,susu dan sayuran dapat mencegah penyakit beri – beri

E. Defesiensi Vitamin B2

Ø Tanda-tanda kekurangan vitamin B2:

1. Mata tidak dapat melihat dengan baik

2. Pada kuli dermatis,kesehatan mulut kurang seperti pecah – pecah

F. Defesiensi Nialin

Dapat mengakibatkan penyakit plegra( kulit kasar ), tanda – tandanya yaitu:

Diare,dermatis,diamensia dan kematian (2)

G. Defesiensi Vitamin B12

Ø kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan penyakit anemia dan hal ini banyak terjadipada ibu hamil

H. Defesiensi Vitamin C

Ø Tanda – Tanda kekurangan vitamin C ( Scury )

1.Kelainan pada gusi,meradang & mudah bedarah

2.Nyeri pada kaki

3.Berta badan turun dan

4.Bila ada luka penyebuhannya sangat lambat

I. Defesiensi Vitamin D

Ø Akibat kekurangan vitamin D terjadi penyakit rachitis,namun apabila kelebihan vitamin D menyebakan keracunan yang mengakibatkan keracunan yang menyebabkan berlawanan dengan pengaruh baik vitamin D.

J. Defesiensi vitamin E

Ø Vitamin E dapat melawan kemandulan dan mencegah keguguran

K. Defesiensi vitamin K

Ø Kekurangan Vitamin K menyebabkan hambatan pada pembekuan darah ,sehingga luka akan mengeluarkan darah yang lebih banyak dari pada biasanya. (3)

L. Difesiensi calsium

Ø Jika kekurangn kalsium dapat menyebabkan penyakit rachitis dan penghambatan pada pertumbuhna

M. Defesiensi iodium

Ø Kekurangan iodium disebabkan kadara iodium air minum,tanah dan bahan lainnya sangat rendah

a. Ada bebrapa akibat defisiensi iodium yaitu

Ø Pembesaran kelenjar tiroid dengan pertumbuhan tulang yang terhambatt sehungga anak menjadi pendek dan perut buncit

Ø Kematian ibu dan anak

1. faktor terjadinya difesiensi iodium

a. Masukan iodium yang rendah

b. Penghambatan metaolisme iodium oleh senyawa poirogen

c. Faktor genetik

Untuk mencegah defisiensi iodium

1. Fortifikasi

a. Fortifikasi iodium dalm garam dapur

b. Fortifikasi iodium pada coklat

c. Forrtifikasi iodium pada coklat

d. Fortifikasi iodium pada air minum

e. Fortifikasi iodium pada roti

f. Fortifikasi iodium pada gla kelapa

2. Penyuntikan Lipiodiol

a. lipiodol adalah larutan iodium dalam minyak denga kadar 40% yang diberikan dalam bentuk sunrikan

O. Defisiensi Besi

a. Kekurangan zat besi dalam tubuh mengakibatkna kekurangan darah (anemia nutritional)

P. Keracunan HCn didalam umbi singkong

Q. Aflatoxin

Merupakan racun yang mencemari kacang tanah,toxin ini memberikan jenis toxitas

1.Tositas akut menimbulkna peradangan hati & kadang – kadang menyerang pankreas

2.Toxitas kronisyang bersifatg conansgenik yang dapat menimbulkan carcionoma hati(4)

CATATAN KAKI

1. Dr. H. Agus Krisno Budiyanto”gizi Dan Kesehatan”Universitas Muhammadiyah Malang, Th.2002,Hal.2191

2. .Dr. H. Agus Krisno Budiyanto”gizi Dan Kesehatan”Universitas Muhammadiyah Malang, Th.2002, Hal.225.

3. Dr. H. Agus Krisno Budiyanto”gizi Dan Kesehatan”Universitas Muhammadiyah Malang, Th.2002, Hal.231

4. Dr. H. Agus Krisno Budiyanto”gizi Dan Kesehatan”Universitas Muhammadiyah Malang,Th.2002, Hal.243

4.2 Metode Penilaian Status Gizi

Deswarni Idrus dan Gatot Kunanto ( 1990 ), mengungkapkan bahwa ada beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi. Istilah – istilah tersebut akan diuraikan di bawah ini.

Gizi ( Nutrition )

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi sercara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat – zat tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ, serta menghasilkan energi

Keadaan Gizi

Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat – zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. Status Gizi ( Nutrition Status )

Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel terntentu atau perwujudan dari natriture dalam bentuk variabel tertentu, Contoh : gondok endemik

Malnutrition ( Gizi Salah / Malnutrisi )

Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif absolut satu atau lebih zat gizi

Ada empat bentuk malnutrisi :

1. Under nutrition : Kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu

2. Spesific Defisiensy : Kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe dan lain – lain.

3. Over nutrition : Kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu

4. Imbalance : Karena disproporsi zat gizi, misalnya : kolestrol

Kurang Energi Protein ( KEP )

Kurang energi Protein ( KEP ) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari dan atau gangguan penyakit tertentu.(1)


BAB V

PENILAIAN STATUS GIZI

5.1 Pembagian Penilaian Status Gizi secara langsung

Penilaian status gizi menjadi empat penilaian yaitu : antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.

Antropomteri

1. Pengertian

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan – perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral

2. Penggunaan

Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat. Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda- tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda ( sign ) dan gejala ( symptom ) atau riwayat penyakit.

Biokimia

1. Pengertian

Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboraturis yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot

2. Penggunaan

Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan manutrisi yang parah lagi. Banyak gejala kilinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik


Biofisik

1. Pengertian

Penentuan status gizi secara bifisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi ( khususnya jaringan ) dan melihat perubahan struktur dan jaringan

2. Penggunaan (2)

Digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik(epidemic of night blindnes) cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap

5.2 Penilaian Status Gizi Secara Tidak Langsung

Penilaian status gizi secara tidak langsung dapa dibagi tiga yaitu :

Survei Konsumsi Makanan

1. Pengertian

Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi

2. Penggunaan

Pengumpulan data konsumsi makanna dapat memberikan gambaran tetang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat ,keluarga dan individu.survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan gizi

Statistik Vital

1. Pengertian

Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi

2. Penggunaan

Penggunaan dipertimbangkan sebagai bahan dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat

Faktor Ekologi

1. Pengertian

Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah irigasi dan lain – lain

2. Penggunaan

Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi ( Schrimshaw, 1964 ) (3)









PENILAIAN STATUS GIZI







5.3 Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Metode Penilaian Status Gizi

Beberapa faktor yangperlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan metode adalah sebagai berikut :

Tujuan

Tujuan pengukuran sangat perlu diperhatikan dalam memilih metode, seperti tujuan ingin melihat fisik seseorang , maka metode yang digunakan adalah antropometri

Unit Sampel Yang Akan Diukur

Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi indidual, rumah tagga / keluarga dan kelompok rawan gizi. Apabila unit sampel yang akan diukur adalajh kelompok atau masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan maka sebaiknya menggunakan metode antropometri, karena metode ini murah dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan

Jenis Informasi Yang Dibutuhan

Pemilihan metode penelitian status gizi sangat tergantung pula dari jenis informasi yang diberikan. Jenis informasi itu antara lain : asupan makanan, berat dan tinggi badan, tingkat hemoglobin dan situasi ekonomi. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan, maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi

Tingkat Reliabilitas dan Akurasi yang Dibutuhkan

Masing – masing metode peneliaian status gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan akurasi yang berbeda – beda. Contoh penggunaan metode klinis dalam menilai tingkatan pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subjektif sekali

Tersedianya Fasilitas dan Peralatan

Pada umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhan dalam penilaian gizi secara antropometri relatif lebih mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia

Tenaga

Jenis Tenaga yang digunakan dalam pengumpulan data status gizi antara lain : ahli gizi, dokter, ahli kimia dan tenaga lain

Penilaian status gizi secara biokimia memerlukan tenaga ahli kimia atau analis berbeda. Penilaian status gizi secara antropometri. Tidak memerlukan tenaga ahli. Penilaian status gizi secara klinis membutuhkan tenaga medis ( dokter )

Waktu

Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi sangat mempengaruhi metode yang akan digunakan. Waktu yang ada bisa dalam mingguan, bulanan dan tahunan. Apa bila kita ingin menilai status gizi di suatu masyarakat dan waktu tersedia relatuf singkat, sebaiknya dengan menggunakan metode antropometri. (4)

Catatan Kaki

  1. Bachyar Bakri”Metode Penilaian Status Gizi”Jakarta Th.2002, Hal.17.
  2. Ibnu Fajar”Metode Penilaian Status Gizi”Jakarta Th.2002, Hal.21.
  3. Bachyar Bakri”Metode Penilaian Status Gizi”Jakarta Th.2002, Hal.35.
  4. Bachyar Bakri”Metode Penilaian Status Gizi”Jakarta Th.2002, Hal.46


BAB VI

GIZI DAN KESEHATAN

REPRODUKSI

Gizi atau makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental serta kesehatan, tetapi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar mendapatkan keturunan yang selalu didambakan dalam kehidupan berkeluarga.

Pada saat pasangan suami-istri memutuskan untuk mempunyai anak, perlu segera mempersiapkan diri di antaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan fungsi reproduksi sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan (Neil, 2001), dengan cara :

1. Menghindari diet makanan pengendali berat badan

2. Memilih makanan sehat dan seimbang

3. Memilih makanan segar

4. mengolah makanan dengan baik

5. Makanan bervariasi

6. Menghindari makanan yang mengandung zat pengawet

6.1 Zat Gizi Pendukung Fertilitas

Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Menurut Neil (2001) untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan sebagai berikut : daging dan alternatifnya (ikan, telur, kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah, sayuran mentah, makanan segar, jus buah/sayuran, buah kering), dan roti dan sereal yang tidak banyak diolah (roti, bubur, makanan kering, biji-bijian, gandum, spageti, dan beras merah), susu dan hasil olahan susu (susu, yoghurt, keju).

6.2 Pegaruh Zat Gizi pada Fertilitas

Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui apabila seseorang mengalami anoreksi nervosa, maka akan terlihat perubahan-perubahan hormonal tertentu.

Pada wanita anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan yaitu meningkatkan kadar testosteron serum dan penurunan ekskresi 17-keto-steroid dalam urine, diantaranya androsteron dan epiandrosteron, dampaknya terjadi perubahan siklus ovulasi.

Berhubungan dengan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah wanita yang anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat. Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjadi tidak subur. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen. Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi hiperandrogenisme.

Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan kadar testosteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal kadar testosteronnya lebih rendah daripada wanita gemuk yang mengalami amenore.

Berdasarkan uraian diatas sudah jelas bahwa diet memengaruhi siklus menstruasi, hal ini berhubungan dengan perubahan kadar hormon steroid yang merupakan faktor kunci dalam proses pengaturan siklus tersebut. Asupan tinggi lemak berpengaruh terhadap kadar hormon steroid, dibuktikan diet rendah lemak memperpanjang siklus, hari menstruasi serta memperpanjang lamanya fase folikuler.

6.3 Hubungan status Gizi dengan Menstruasi

Menarke

Menarke adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.

Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarke adalah estrogen dan progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron berpengaruh pada uterus yaitu dapat mengurangi kontraksi, selama siklus haid. Agar menarke tidak menimbulkan keluhan-keluhan, sabaiknya remaja wanita mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi dikatakan baik, apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin maupun air digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan (Krummel, 1996)

Gizi kurang atau terbatas selain akan memengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan tergantungnya fungsi reproduksi.

Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat haid. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. (1)

Menstruasi

Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dianggap memengaruhi siklus menstruasi serta penampilan reproduksi. Siklus menstruasi dipengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi yang bervariasi dalam hal lemak, serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996)

Diet vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah diteliti. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi 26,5% pada vegetarian dan 4,9% pada nonvegetarian.

Diet rendah lemak

Diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine kesimpulan tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon seks. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan tiga efek utama: panjang siklus menstruasi meningkat lamanya waktu menstruasi meningkat dan fase folikuler meningkat. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat dari memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler.

Sindrom premenstrual adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang setelah haid keluar. Gejala utama meliputi sakit kepala, letih, sakit pinggang, pembesaran dan sakit pada payudara dan perasaan begah pada perut. Tindakan yang dilakukan untuk menangani kasus sindrom pramenstrual. Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan gula, garam, daging. Lemak hewani, alkohol, kopi, rokok. Sedangkan yang perlu ditambah konsumsinya adalah jenis ikan, unggas, roti, kacang-kacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau danj sereal (Krummel, 1996)

Dengan mengkonsumsi rendah lemak, dan tinggi karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan dengan pembentukan serotonin didalam otak.


6.4 Prinsip Gizi pada Menopause

Fase reproduksi atau fase subur berlangsung sampai usia sekitar 45 tahum, pada masa ini organ reproduksi wanita mengalami fungsi yang sebenarnya yaitu hamil dan melahirkan. Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut klimakterium yang berlangsung secara bertahap (Dini, 2002). Premenopause yaitu sejak fungsi reproduksinya mulai menurun. Dengan keluhan memuncak dengan rentang 1-2 tahun dan 1-2 tahun sesudah menopause. Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause sampai senilis.

Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadinya antara usia 45-50 tahun, atau masa berhentinya haid sama sekali. Kesiapan menghadapi menopause menurut Dini (2002) mengonsumsi makanan bergizi yaitu mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang.

Nutrisi

Tabel 5-1. Anjuran dalam mengonsumsi makanan pada masa menopause (Brunner, 1996)

Nutrisi

Anjuran

Karbohidrat

Makanlah lenih banyak karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian utuh (whole grain), roti dan pasta (makaroni atau spageti), kacang-kacangan, nasi, sayuran, dan buah-buahan, kurangi menggunakan gula dan makanan yang mengendung banyak gula. Makanlah lebih banyak makanan yang kaya akan serat.

Protein

Kurangi konsumsi protein anda hingga tidak melebihi 15 persen dari jumlah kalori. Dapatkan lebih banyak protein dari sumber-sumber nabati dan kurangi sumber-sumber hewani.

Lemak

Kurangi jumlah konsumsi lemak hingga tidak melebihi 25-30% dari jumlah konsumsi kalori.

Vitamin dan mineral

Makanlah berbagai macam sayuran dan buah-buahan setiap hari.


Kebutuhan Kalori

Pada dasarnya, kecukupan gizi pada usia menopause sama seperti lecukupan gizi kelompok usia yang lebih muda. Satu-satunya pengecualian adalah penurunan kebutuhan akan energi yang mengikuti pertambahan usia. Penyebabkan adalah kegiatan fisik yang biasanya akan menurun bersamaan dengan bertambahnya usia sehingga energi yang dikeluarkan lebih sedikit. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan berlemak yang berkalori tetapi tidak bergizi. (2)

6.5 Pola Makan Sehat

Berikut ini hal – hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan pola makan sehat :

a. Pilihlah jenis makanan yang “bermanfaat” misalnya, misalnya, memilih makanan berprotein yang mengandung lemak tak jenuh

b. Patuhi jadwal makan, yaitu makan makanan bergizi seimbang tiga kali sehari pada waktu yang tepat

c. Jangan makan pada kondisi lapar karena akan membuat acara makan terburu – buru dan banyak. Akibatnya akan membuat perut panas. Dikhawatirkan hal ini menjadi kebiasaan yang dapat menimbun lemak dalam tubuh

d. Selain bervariasi, perbanyaklah konsumsi makanan yang diolah daru bahan makanan yang segar dengan proses pengolahan yang tidak terlalu lama

e. Makanlah secukupnya

Selain itu hal yang harus diwaspadai yaitu :

1. Sedapat mungkin menghindari jenis makanan yang diawetkan, mengandung zat pewarna atau pemanis buatan

2. Hindari makanan berkalori tinggi

3. Kurangi asupan makanan berlemak

4. Daging, ikan, ayam dan sumber protein lainnya

5. Hindari alkohol sekalipun dalam bentuk makanan

6. Kurangi konsumsi kafein

Kudapan Sehat

Hidari jenis camilan yang mengandung banyak gula. Kudapan yang tinggi lemak juga harus dibatasi ganti dengan jenis makanan yang rendah lemak. Kurangi konsumsi kudapan makanan siap saji. Umumnya, jenis makanan ini mengandung kalori, lemak dan garam tinggi

Konsumsi buah – buahan, pilih makanan yang mengandung sayuran atau sari buah. Namun tetap dalam porsi wajar

Gizi Ibu Hamil Dengan Gangguan

Kehamilan itu merupakan masa yang sangat penting karena pada masa ini kualitas seorang anak ditentukan. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan berbeda dengan masa sebelum hamil, peningkatan kebutuhan gizi ibu hamil menurut Huliana ( 2001 ).

Diet yang diberikan bertujuan mengganti persediaan glikogen dan mengontrol asidosis, serta secara berangsur memberikan makanan yang cukup kalori dan zat gizi, syarat diet ini adalah tinggi karbohidrat, rendah lemak dan cukup cairan

Menurut keadaan ibu hamil secara berangsur diberikan makanan yang memenuhi syarat gizi, sebagai berikut ( Junaidi, 2001 )

Diet hipermesis I

Diet ini diberikan pada ibu hamil dengan hipermesis berat. Makanan terdiri dari rotin kering dan buah – buaha, semua zat gizi dikurangi, kecuali vitamin C, oleh karena itu hanya diberikan beberapa hari.

Diet hipermesis II

Diet ini diberikan pada ibu hamil dengan hiperemisis ringan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Jenis makanan yang baik pada ibu hamil dengan hiperemisis adalah roti panggang, biskuit, soda, krekers, buah – buahan segar atau sari buah, minuman botol ringan, sirup, kaldu tidak berlemak, the dan opi encer. Yang tidak boleh dikonsumsi adalah gorengan dan makanan berlemak atau yang terlalu berbumbu dan berbau merangsang. (3)

Diet Ibu Hamil Dengan Preeklampsia dan Eklampsia

Tujuan pemberian diet untuk mengganti protein yang hilang karena proteinuria, mencegah atau mengurangi retensi garam atau air, menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal, dan memberikan gizi yang secukupnya

Syarat diet pada preeklampsia maupun eklampsia menurut Junaidi ( 2001 ) adalah cukup kalori dan semua zat gizi.

Diet Preeklampsia I

Diet Preeklampsia I diberikan pada pasien Preeklampsia berat. Makanan hanya terdiri dari susu dan buah – buahan, kurangi kalori dan semua gizi, kecuali kalsium, vitamin A dan vitamin C

Diet Preeklampsia II

Diet Preeklampsia II diberikan untuk pasien dengan Preeklampsia yang tidak begitu berat. Makanan ini rendah kalori, kalsium dan cukup zat gizi lain.

Diet Preeklampsia III

Diet Preeklampsia III diberikan untuk pasien dengan Preeklampsia ringan. Makanan diberikan dengan cukup semua zat gizi, tinggi protein dan rendah garam, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa.

Diet Ibu Hamil dengan Konstipasi

Konstipasi didefinisikan sebagai kesulitan atau jarang defeksi yang mungkin karena feses keras atau kering, dapat terjadi sekunder akibat kebiasaan defeksi tidak teratur, faktor psikogenetik, kurang aktivitas, penggunaan metabolik dan endokrin dan abnormalitas usus ( mis. Tumor, hernia, stiktur, penyakit divertukolis )

Perubahan hormon menyebabkan tonus otot menurun, sehingga akan menghambat gerakan peristaltik usus. Jika hal ini terjadi wanita hamil akan mengalami kesulitan buang air besar ( konstipasi ) untuk mengatasi hal tersebut perlu diberikan diet. Syarat diet ini adalah cukup kalori, protein dan vitamin. (4)


Catatan Kaki

  1. Heryati,S.Kp,M.Kes”Gizi Dan Kesehatan Reproduksi”Buku Kedokteran EGC”Th.2005,Hal.67 .
  2. Erna Francin Paath,S.Sos”Gizi Dan Kesehatan Reproduksi”Buku Kedokteran EGC”Th.2005,Hal.85.
  3. Heryati,S.Kp,M.Kes”Gizi Dan Kesehatan Reproduksi”Buku Kedokteran EGC”Th.2005,Hal.105.
  4. Erna Francin Paath,S.Sos”Gizi Dan Kesehatan Reproduksi”Buku Kedokteran EGC”Th.2005,Hal.125.

DAFTAR PUSTAKA

1. Dr.H. Budiyanto,Agus Krisno.2001.Dasar Ilmu Gizi.Malang:Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Bakri,Bachyar,dkk.2002.Penilaian Status Gizi.Jakarta:Buku Kedokteran EGC.

3. Francin, Erna Paath,dkk.2005.Gizi Dan Kesehatan Reproduksi:Buku Kedokteran EGC.

4. Dr.H. Budiyanto,Agus Krisno.2001.Gizi Dan Kesehatan.Malang:Universitas Muhammadiyah Malang.

5. Waluyo,Kusno.2004.Gizi Dan Pola Hidup.Jakarta:Yrama Widya.

6. Courtney,Mary Moore.1977. Buku Pedoman Terapi Diet Dan Nutrisi Edisi 2. Jakarta:Hipokrates

TUGAS MATA KULIAH BELAJAR PEMBELAJARAN

TUGAS

MATA KULIAH

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN




Disusun oleh :

SITI MAEIDINA S.

( 2008184205B0216 )

BIOLOGI B SEMESTER III

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

STKIP PGRI SITUBONDO

2008 / 2009


· Standar Kompetensi

Siswa mampu menganalisis sistem organ pada organisme tertentu serta kelainan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat.

· Kompetensi Dasar

Mengaitkan struktur, fungsi, proses dan kelainan atau penyakit yang dapat terjadi pada sistem eksresi pada manusia dan hewan tertentu

· Indikator

Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses sistem ekskresi pada manusia.

· Tujuan

Mempe;ajarai struktur, fungsi, dan proses pada kulit, paru-paru,hati dan ginjal sebagai alat ekskresi pada manusia

· Ringkasan Materi

Sistem ekskresi adalah sistem pengeluaran sisa-sisa metabolisme yang sudah tidak berguna dari tubuh

Sistem eksresi terdiri dari :

  1. Ginjal mengeluarkan urine
  2. Kulit mengeluarkan keringat
  3. Paru-paru mengeluarkan CO2 dan H2O
  4. Hati mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang berupa logam berat

A. Kulit

Kulit terdiri dari dua lapisan, yaitu epidermis sebelah luar dan dermis disebelah dalam.

Epidermis terdiri dari tiga lapis yaitu :

  1. Stratum Korneum, tersusun atas zat tanduk, selalu mengelupas, dan digantikan oleh lapisan yang ada dibawahnya
  2. stratum lusidium dan stratum granulosum yang mengandung pigmen
  3. Stratum germinatiuum yang terus-menerus membentuk sel-sel baru ke arah luar

Sedangkan didalam dermis terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar munyak, akar rambut, saraf dan indera peraba serta indera perasa.

Fungsi Kulit :

1. Pelindung terhadap pengaruh fisik, sinar matahari, dan mikroorganisme

2. Mengatur suhu tubuh

3. Menerima rangsang dari luar

4. Sebagai alat eksresi

Pengeluaran keringat diatur oleh saraf. Bila berlebihan menimbulkan rasa haus dan menyebabkan lapar garam.

B. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ tubuh yang berfungsi mengeluarkan zat sisa berupa karbondioksida (CO2­) dan uap air (H2O) dalam kaitannya sebagai alat ekskresi.

Gelembung paru-paru (alveolus) dikelilingi oleh pembuluh kapiler. Di antara selaput alvealus dan dinding pembuluh kapiler inilah tempat terjadinya proses pertukaran gas O2 dengan CO2 dan H2O berdifusi kepembuluh kapiler, dan diangkat oleh eritrosit dalam bentuk eksihemoglobin, hanya sebagaian kecil O2 larut dalam plasma darah. CO2 dan H2O berdifusi ke alveolus dan diekskresikan ke luar tubuh saat kita ekspirasi.

C. Hati

Organ hati terdapat didalam rongga perut sebelah kanan atas, dibawah diafragma, hati merupakan kelenjar terbesar didalam tubuh manusia.

Fungsi hati antara lain :

  1. Menyimpan glikogen
  2. Tempat pembongkaran protein tertentu
  3. Tempat penghasil empedu dan perombakan sel darah merah (eritrosit) yang sudah tua
  4. Tempat pembentukan vitamin K

Metabolisme protein didalam hati adalah sebagai berikut :

Ornitin (AA1) + NH3 + CO2 Sitrulin (AA2)

Sitrulin (AA2) + NH3 Sitrulin (AA2)

Arginin (AA3) Arginin (AA3) + urea + H2O

Arganise

Enzim organise hanya terdapat dalam hati, jadi senyawa orginin hanya dipecah dalam hati. Urea dikeluarkan dari hati bersama aliran darah kemudian disaring dalam ginjal.

D. Ginjal

Merupakan alat ekskresi utama. Jumlahnya sepasang terletak dikanan kiri tulang pinggang. Secara anatomis ginjal terdiri dari korteks mengandung jutaan netron. Setiap netron terdiri atas badan malpighi dan tubules. Badan malpighi yang terdiri dari glomerulus dan kapsula bowman. Di bagian dalam terdiri dari sumsum ginjal yang mengangung tubula pengumpul urine yang bermuara pada rongga ginjal (pelvis renalis). Saluran-saluran didalam ginjal terdiri dari ureter yang menuju kekandung kemih terdapat uretra yang menuju keluar tubuh.

Ada 3 proses yang terjadi didalam ginjal yaitu :

  1. Filtrasi (penyaringan) terjadi dalam glomerutur, menghasilkan filtrat glomerulus atau disebut urine primer
  2. Reabsorpsi (penyerapan kembali) terjadi didalam tubules proksimal menghasilkan filtrta tubules atau urine sekunder
  3. Augmentasi (pengeluaran zat) terjadi dalam tubules distal, menghasilkan urine yang masuk kedalam tubules kolekta dan mengalir kerongga ginjal melalui ureter, kemudian ditampung dikandung kemih (vesika urinaria) selanjutnya urine dikeluarkan melalui uretra.

Penyakit yang disebabkan karena gengguan ginjal

  1. Diabetes Insipidus
  2. Albuminuria
  3. Diabetes Millitus
  4. Netritis

E. Sistem Ekskresi Pada Hewan

Berikut ini nama organ ekskresi dari beberapa contoh hewan invertebrata maupun hewan vertabrata

  1. Cacing pipih (planaria) berapa sel api ( flame cell)
  2. Cacing tanah (insecta) disebut buluh malpighi
  3. Belalang (insecta) disebut buluh malpighi
  4. Katak mempunyai alat ekskresi berupa ginjal
  5. Burung dan mamalia juga berupa ginjal.

· Alat Peraga

  1. Charta
  2. Alat peraga ekskresi yaitu paru-paru, hati dan ginjal

· Evaluasi

I. Pilihlah jawaban yang paling tepat

1. Proses pengaturan manakah yang bergantung pada proses sekresi ?

a. Pankreas mengatur kadar gula darah

b. Ginjal mengatur konsentrasi garam dalam darah

c. Keringat mempengaruhi kandungan air dalam tubuh

d. Kolon mengatur banyaknya air yang hilang dalam sistem pencernaan

e. Paru-paru mengatur O2 dalam darah

2. Struktur manakah didalam ginjal yang menghasilkan suatu cairan dengan penyaringan dari plasma darah ?

a. Glomerulus

b. Tubulus Kontortur turun

c. Tubulus kontortus proksimal

d. Tubula korekta

e. Peluis renalis

3. Efek apakah yang terjadi pada urine bila banyak berkeringat ?

a. Banyak urine yang dihasilkan

b. Urine menjadi lebih encer

c. Urine menjadi persentase urea lebih tinggi

d. Urine berisi lebih banyak garam

e. Sedikit menghasilkan urine dan urea

4. Manakah yang bukan organ eksresi ?

a. Kulit Keringat

b. Ginjal Air kending

c. Paru-paru Co2

d. Kelenjare air ludah air ludah

e. Kolon logam berat

5. Urea adalah hasil penguraian dari :

a. Larbohidrat dalam otot

b. Bakteri dalam leukosit

c. Asam amino dalam ginjal

d. Protein dalam hati

II. Jawablah pertanyaan berikut

1. Bagaimana tahap pembentukan urine ?

2. Bagaimana proses terbentuknya keringat dingin ?

3. faktor apa saja yang berpengaruh terhadap

a. Produksi keringat

b. Urine


GIZI DAN KESEHATAN

REPRODUKSI

Gizi atau makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental serta kesehatan, tetapi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar mendapatkan keturunan yang selalu didambakan dalam kehidupan berkeluarga.

Pada saat pasangan suami-istri memutuskan untuk mempunyai anak, perlu segera mempersiapkan diri di antaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan fungsi reproduksi sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan (Neil, 2001), dengan cara :

1. Menghindari diet makanan pengendali berat badan

2. Memilih makanan sehat dan seimbang

3. Memilih makanan segar

4. mengolah makanan dengan baik

5. Makanan bervariasi

6. Menghindari makanan yang mengandung zat pengawet

Zat Gizi Pendukung Fertilitas

Untuk meningkatkan kesuburan pasangan yang terpenting dilakukan adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Menurut Neil (2001) untuk menambah kesuburan sebaiknya pilih makanan sebagai berikut : daging dan alternatifnya (ikan, telur, kacang-kacangan), buah dan sayuran (buah, sayuran mentah, makanan segar, jus buah/sayuran, buah kering), dan roti dan sereal yang tidak banyak diolah (roti, bubur, makanan kering, biji-bijian, gandum, spageti, dan beras merah), susu dan hasil olahan susu (susu, yoghurt, keju).

Pegaruh Zat Gizi pada Fertilitas

Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui apabila seseorang mengalami anoreksi nervosa, maka akan terlihat perubahan-perubahan hormonal tertentu.

Pada wanita anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan yaitu meningkatkan kadar testosteron serum dan penurunan ekskresi 17-keto-steroid dalam urine, diantaranya androsteron dan epiandrosteron, dampaknya terjadi perubahan siklus ovulasi.

Berhubungan dengan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah wanita yang anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat. Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjadi tidak subur. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen. Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi hiperandrogenisme.

Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan kadar testosteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal kadar testosteronnya lebih rendah daripada wanita gemuk yang mengalami amenore.

Berdasarkan uraian diatas sudah jelas bahwa diet memengaruhi siklus menstruasi, hal ini berhubungan dengan perubahan kadar hormon steroid yang merupakan faktor kunci dalam proses pengaturan siklus tersebut. Asupan tinggi lemak berpengaruh terhadap kadar hormon steroid, dibuktikan diet rendah lemak memperpanjang siklus, hari menstruasi serta memperpanjang lamanya fase folikuler.

Hubungan status Gizi dengan Menstruasi

Menarke

Menarke adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.

Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarke adalah estrogen dan progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron berpengaruh pada uterus yaitu dapat mengurangi kontraksi, selama siklus haid. Agar menarke tidak menimbulkan keluhan-keluhan, sabaiknya remaja wanita mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi dikatakan baik, apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin maupun air digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan (Krummel, 1996)

Gizi kurang atau terbatas selain akan memengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan tergantungnya fungsi reproduksi.

Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat haid. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan keluhan-keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid.

Menstruasi

Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dianggap memengaruhi siklus menstruasi serta penampilan reproduksi. Siklus menstruasi dipengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi yang bervariasi dalam hal lemak, serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996)

Diet vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah diteliti. Pada wanita yang mengonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi 26,5% pada vegetarian dan 4,9% pada nonvegetarian.

Diet rendah lemak

Diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urine kesimpulan tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon seks. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan tiga efek utama: panjang siklus menstruasi meningkat lamanya waktu menstruasi meningkat dan fase folikuler meningkat. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat dari memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler.

Sindrom premenstrual adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang setelah haid keluar. Gejala utama meliputi sakit kepala, letih, sakit pinggang, pembesaran dan sakit pada payudara dan perasaan begah pada perut. Tindakan yang dilakukan untuk menangani kasus sindrom pramenstrual. Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan gula, garam, daging. Lemak hewani, alkohol, kopi, rokok. Sedangkan yang perlu ditambah konsumsinya adalah jenis ikan, unggas, roti, kacang-kacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau danj sereal (Krummel, 1996)

Dengan mengkonsumsi rendah lemak, dan tinggi karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan dengan pembentukan serotonin didalam otak.

Prinsip Gizi pada Menopause

Fase reproduksi atau fase subur berlangsung sampai usia sekitar 45 tahum, pada masa ini organ reproduksi wanita mengalami fungsi yang sebenarnya yaitu hamil dan melahirkan. Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut klimakterium yang berlangsung secara bertahap (Dini, 2002). Premenopause yaitu sejak fungsi reproduksinya mulai menurun. Dengan keluhan memuncak dengan rentang 1-2 tahun dan 1-2 tahun sesudah menopause. Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause sampai senilis.

Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadinya antara usia 45-50 tahun, atau masa berhentinya haid sama sekali. Kesiapan menghadapi menopause menurut Dini (2002) mengonsumsi makanan bergizi yaitu mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang.

Nutrisi

Tabel 5-1. Anjuran dalam mengonsumsi makanan pada masa menopause (Brunner, 1996)

Nutrisi

Anjuran

Karbohidrat

Makanlah lenih banyak karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian utuh (whole grain), roti dan pasta (makaroni atau spageti), kacang-kacangan, nasi, sayuran, dan buah-buahan, kurangi menggunakan gula dan makanan yang mengendung banyak gula. Makanlah lebih banyak makanan yang kaya akan serat.

Protein

Kurangi konsumsi protein anda hingga tidak melebihi 15 persen dari jumlah kalori. Dapatkan lebih banyak protein dari sumber-sumber nabati dan kurangi sumber-sumber hewani.

Lemak

Kurangi jumlah konsumsi lemak hingga tidak melebihi 25-30% dari jumlah konsumsi kalori.

Vitamin dan mineral

Makanlah berbagai macam sayuran dan buah-buahan setiap hari.

Kebutuhan Kalori

Pada dasarnya, kecukupan gizi pada usia menopause sama seperti lecukupan gizi kelompok usia yang lebih muda. Satu-satunya pengecualian adalah penurunan kebutuhan akan energi yang mengikuti pertambahan usia. Penyebabkan adalah kegiatan fisik yang biasanya akan menurun bersamaan dengan bertambahnya usia sehingga energi yang dikeluarkan lebih sedikit. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan berlemak yang berkalori tetapi tidak bergizi.

Pola Makan Sehat

Berikut ini hal – hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan pola makan sehat :

a. Pilihlah jenis makanan yang “bermanfaat” misalnya, misalnya, memilih makanan berprotein yang mengandung lemak tak jenuh

b. Patuhi jadwal makan, yaitu makan makanan bergizi seimbang tiga kali sehari pada waktu yang tepat

c. Jangan makan pada kondisi lapar karena akan membuat acara makan terburu – buru dan banyak. Akibatnya akan membuat perut panas. Dikhawatirkan hal ini menjadi kebiasaan yang dapat menimbun lemak dalam tubuh

d. Selain bervariasi, perbanyaklah konsumsi makanan yang diolah daru bahan makanan yang segar dengan proses pengolahan yang tidak terlalu lama

e. Makanlah secukupnya

Selain itu hal yang harus diwaspadai yaitu :

1. Sedapat mungkin menghindari jenis makanan yang diawetkan, mengandung zat pewarna atau pemanis buatan

2. Hindari makanan berkalori tinggi

3. Kurangi asupan makanan berlemak

4. Daging, ikan, ayam dan sumber protein lainnya

5. Hindari alkohol sekalipun dalam bentuk makanan

6. Kurangi konsumsi kafein

Kudapan Sehat

Hidari jenis camilan yang mengandung banyak gula. Kudapan yang tinggi lemak juga harus dibatasi ganti dengan jenis makanan yang rendah lemak. Kurangi konsumsi kudapan makanan siap saji. Umumnya, jenis makanan ini mengandung kalori, lemak dan garam tinggi

Konsumsi buah – buahan, pilih makanan yang mengandung sayuran atau sari buah. Namun tetap dalam porsi wajar

Gizi Ibu Hamil dengan Gangguan

Kehamilan itu merupakan masa yang sangat penting karena pada masa ini kualitas seorang anak ditentukan. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan berbeda dengan masa sebelum hamil, peningkatan kebutuhan gizi ibu hamil menurut Huliana ( 2001 ).

Diet yang diberikan bertujuan mengganti persediaan glikogen dan mengontrol asidosis, serta secara berangsur memberikan makanan yang cukup kalori dan zat gizi, syarat diet ini adalah tinggi karbohidrat, rendah lemak dan cukup cairan

Menurut keadaan ibu hamil secara berangsur diberikan makanan yang memenuhi syarat gizi, sebagai berikut ( Junaidi, 2001 )

Diet hipermesis I

Diet ini diberikan pada ibu hamil dengan hipermesis berat. Makanan terdiri dari rotin kering dan buah – buaha, semua zat gizi dikurangi, kecuali vitamin C, oleh karena itu hanya diberikan beberapa hari.

Diet hipermesis II

Diet ini diberikan pada ibu hamil dengan hiperemisis ringan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Jenis makanan yang baik pada ibu hamil dengan hiperemisis adalah roti panggang, biskuit, soda, krekers, buah – buahan segar atau sari buah, minuman botol ringan, sirup, kaldu tidak berlemak, the dan opi encer. Yang tidak boleh dikonsumsi adalah gorengan dan makanan berlemak atau yang terlalu berbumbu dan berbau merangsang.

Diet Ibu Hamil Dengan Preeklampsia dan Eklampsia

Tujuan pemberian diet untuk mengganti protein yang hilang karena proteinuria, mencegah atau mengurangi retensi garam atau air, menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal, dan memberikan gizi yang secukupnya

Syarat diet pada preeklampsia maupun eklampsia menurut Junaidi ( 2001 ) adalah cukup kalori dan semua zat gizi.

Diet Preeklampsia I

Diet Preeklampsia I diberikan pada pasien Preeklampsia berat. Makanan hanya terdiri dari susu dan buah – buahan, kurangi kalori dan semua gizi, kecuali kalsium, vitamin A dan vitamin C

Diet Preeklampsia II

Diet Preeklampsia II diberikan untuk pasien dengan Preeklampsia yang tidak begitu berat. Makanan ini rendah kalori, kalsium dan cukup zat gizi lain.

Diet Preeklampsia III

Diet Preeklampsia III diberikan untuk pasien dengan Preeklampsia ringan. Makanan diberikan dengan cukup semua zat gizi, tinggi protein dan rendah garam, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa.

Diet Ibu Hamil dengan Konstipasi

Konstipasi didefinisikan sebagai kesulitan atau jarang defeksi yang mungkin karena feses keras atau kering, dapat terjadi sekunder akibat kebiasaan defeksi tidak teratur, faktor psikogenetik, kurang aktivitas, penggunaan metabolik dan endokrin dan abnormalitas usus ( mis. Tumor, hernia, stiktur, penyakit divertukolis )

Perubahan hormon menyebabkan tonus otot menurun, sehingga akan menghambat gerakan peristaltik usus. Jika hal ini terjadi wanita hamil akan mengalami kesulitan buang air besar ( konstipasi ) untuk mengatasi hal tersebut perlu diberikan diet. Syarat diet ini adalah cukup kalori, protein dan vitamin.


METODE PENILAIAN

STATUS GIZI

Deswarni Idrus dan Gatot Kunanto ( 1990 ), mengungkapkan bahwa ada beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi. Istilah – istilah tersebut akan diuraikan di bawah ini.

Gizi ( Nutrition )

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi sercara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat – zat tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ, serta menghasilkan energi

Keadaan Gizi

Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat – zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh.

Status Gizi ( Nutrition Status )

Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel terntentu atau perwujudan dari natriture dalam bentuk variabel tertentu, Contoh : gondok endemik

Malnutrition ( Gizi Salah / Malnutrisi )

Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif absolut satu atau lebih zat gizi

Ada empat bentuk malnutrisi :

1. Under nutrition : Kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu

2. Spesific Defisiensy : Kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe dan lain – lain.

3. Over nutrition : Kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu

4. Imbalance : Karena disproporsi zat gizi, misalnya : kolestrol

Kurang Energi Protein ( KEP )

Kurang energi Protein ( KEP ) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari dan atau gangguan penyakit tertentu.


PENILAIAN STATUS GIZI

SECARA LANGSUNG

Penilaian status gizi menjadi empat penilaian yaitu : antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.

Antropomteri

1. Pengertian

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan – perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral

2. Penggunaan

Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat. Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda- tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda ( sign ) dan gejala ( symptom ) atau riwayat penyakit.

Biokimia

1. Pengertian

Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboraturis yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot

2. Penggunaan

Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan manutrisi yang parah lagi. Banyak gejala kilinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik

Biofisik

1. Pengertian

Penentuan status gizi secara bifisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi ( khususnya jaringan ) dan melihat perubahan struktur dan jaringan

2. Penggunaan

Penilaian Status Gizi Secara Tidak Langsung

Penilaian status gizi secara tidak langsung dapa dibagi tiga yaitu :

Survei Konsumsi Makanan

1. Pengertian

Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi

2. Penggunaan

Statistik Vital

1. Pengertian

Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi

2. Penggunaan

Penggunaan dipertimbangkan sebagai bahan dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat

Faktor Ekologi

1. Pengertian

Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah irigasi dan lain – lain

2. Penggunaan

Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi ( Schrimshaw, 1964 )


FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MEMILIH METODE PENILAIAN STATUS GIZI

Beberapa faktor yangperlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan metode adalah sebagai berikut :

Tujuan

Tujuan pengukuran sangat perlu diperhatikan dalam memilih metode, seperti tujuan ingin melihat fisik seseorang , maka metode yang digunakan adalah antropometri

Unit Sampel Yang Akan Diukur

Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi indidual, rumah tagga / keluarga dan kelompok rawan gizi. Apabila unit sampel yang akan diukur adalajh kelompok atau masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan maka sebaiknya menggunakan metode antropometri, karena metode ini murah dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan

Jenis Informasi Yang Dibutuhan

Pemilihan metode penelitian status gizi sangat tergantung pula dari jenis informasi yang diberikan. Jenis informasi itu antara lain : asupan makanan, berat dan tinggi badan, tingkat hemoglobin dan situasi ekonomi. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan, maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi

Tingkat Reliabilitas dan Akurasi yang Dibutuhkan

Masing – masing metode peneliaian status gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan akurasi yang berbeda – beda. Contoh penggunaan metode klinis dalam menilai tingkatan pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subjektif sekali

Tersedianya Fasilitas dan Peralatan

Pada umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhan dalam penilaian gizi secara antropometri relatif lebih mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia

Tenaga

Jenis Tenaga yang digunakan dalam pengumpulan data status gizi antara lain : ahli gizi, dokter, ahli kimia dan tenaga lain

Penilaian status gizi secara biokimia memerlukan tenaga ahli kimia atau analis berbeda. Penilaian status gizi secara antropometri. Tidak memerlukan tenaga ahli. Penilaian status gizi secara klinis membutuhkan tenaga medis ( dokter )

Waktu

Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi sangat mempengaruhi metode yang akan digunakan. Waktu yang ada bisa dalam mingguan, bulanan dan tahunan. Apa bila kita ingin menilai status gizi di suatu masyarakat dan waktu tersedia relatuf singkat, sebaiknya dengan menggunakan metode antropometri.


Pengukuran konsumsi makanan adalah suatu cara penentuan status gizi secara tidak langsung yang dapat dipakai sebagai bukti awal akan terjadi kekurangan gizi pada seseorang atau masyarakat

Hasil pengukuran konsumsi makanan dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan antara lain : menentukan tingkat kecukupan konsumsi gizi masyarakat, sebagai dasar perencanaan program gizi, pendidikan gizi dan sebagainya

Metode yang digunakan untuk pengukuran konsumsi, ada yang bersifat kualitatif seperti dietary history dan frekuensi makanan serta bersifat kuantitatif seperti recall 24 jam, penimbangan makanan, pencatatan makanan da metode inventaris. Masing – masing metode tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan masing – masing, sehingga sangat diperlukan pengujian presisi dan akurasi atau validitas dari metode yang dipilih.

Penentuan status gizi dengan cara biofisik termasuk penilaian status gizi secara langsung. Penilaian dapat dilihat dengan kemampuan fungsi jaringan dan perubahan struktur. Penilaian status gizi dengan cara ini termasuk mahal, memerlukan tenaga yang profesional dan digunakan dalam keadaan tertentu saja.

Pemilaian dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pemeriksaan radiologi, pemeriksaan fungsi fisik dan pemeriksaan sitologi. Pemeriksaan radiolofi dengan cara melihat tanda – tanda fisik seperti riketsia, osteomalasia, beri – beri dan lain – lain. Pemeriksaan fungsi fisik yaitu mengukur perubahan fungsi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Biasanya dilakukan dengan tes adaptasi di ruang gelap.

Pemeriksaan sitologi biasanya untuk melihat KEP berat dengan melihat noda pada epitil dari mukosa oral.

Jelliffe ( 1966 ), menyatakan bahwa ada enam faktor ekologi yang perlu dipertimbangkan sebagai penyebab malnutrisi, yaitu keadaan infeksi, sosial ekonomi, produksi pangan, konsumsi makanan, pengaruh budaya serta pelayanan kesehatan dan pendidikan

Hubungan infeksi dan malnutrisi merupakan hubungan sinergis yang artinya infeksi dapat mempengaruhi terjadinya malnutrisi dan sebaliknya malnutrisi akan menyebabkan seseorang terkena infeksi.


KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PEMERIKSAAN BIOKIMIA

Keunggulan

Pemeriksaan biokimia bila dibandingkan dengan pemeriksaan lain dalam penentuan status gizi memiliki keunggulan antara lain :

1. Dapat mendeteksi defisiensi zat gizi lebih dini

2. Hasil dari pemeriksaan biokimia lebih obyektif, hal ini karena menggunakan peralatan yang selalu ditera pada pelaksaannya dilakukan oleh tenaga ahli

3. Dapat menunjang hasil pemeriksaan metode lain dalam penilaian status gizi

Kelemahan

Pemeriksaan biokimia memiliki beberapa kelemahan antara lain :

1. Pemeriksaan biokimia hanya bisa dilakukan setelah timbulnya ganguan metabolisme

2. Membutuhkan biaya yang cukup mahal

3. Dalam melakukan pemeriksaan diperluan tenaga yang ahli

4. Kuran praktis dilakukan di lapangan hal ini karena pada umumnya pemeriksaan laboraturium memerlukan peralatan yang tidak mudah dibawa kemana – mana

5. Pada pemeriksaan tertentu spesimen sulit untuk diperoleh

6. Membutuhkan peralatan dan bahan yang lebih banyak dibandingkan dengan pemeriksaan lain

7. Belum ada keseragaman dalam memilih reference ( nilai normal )

8. Memerlukan peralatan laboratorium yang hanya terdapat di laboratorium pusat

Adanya keunggulan dan kelemahan pada pemeriksaan biokimia, maka pada pemeriksaan biokimia di masyarakat harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut :

1. Mudah dalam pengambilan spesimen

2. Stabil selama proses transportasi

3. Tidak terlalu mahal

4. Tidak memerlukan teknik laboratorium yang rumit

5. Hasil tidak dipengaruhi oleh masukan makanan yang baru dikonsumsi

6. Mudah diinterpretasikan

7. Mempunyai nilai lebih di luar pemeriksaan biokimia

KELEMAHAN STATISTIK VITAL

UNTUK MENGGAMBARKAN KEADAAN GIZI

Berbagai kelemahan statistik vital dalam menggambarkan keadaan gizi secara tidak langsung antara lain :

a. Data tidak akurat

b. Tidak akuratnya data disebabkan oleh karena kesulitan dalam mengumpulkan data, khususnya di negara – negara yang sedang berkembang

c. Kemampuan untuk melakukan interpretasi secara tepat, terutama pada saat terdapat faktor – faktor lain yang mempengaruhi keadaan gizi.

Menilai keadaan gizi dengan statistik vital ini membutuhkan tenaga yang profesional, terutama dalam hal interpretasi data dan pemahaman konsep – konsep yang berhubungan dengan masalah gizi.

Jellite ( 1989 ) memberikan gambaran tentang beberapa informasi yang dijadikan pegangan untuk menganalisis keadaan gizi di suatu wilayah tertentu, angka kesakitan akibat penyebab tertentu, statistik pelayanan kesehatan dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi.

Data statistik layanan kesehatan dapat dilihat dari tempat layanan kesehatan itu berada. Ada dua tempat yang penting, yaitu puskesmas dan rumah sakit. Meningkatnya kasus keadaan gizi yang berkunjung ke puskesmas merupakan indikasi tentang insiden keadaan kekurangan gizi di suatu wilayah. Begitu pula dengan kondisi yang ada di rumah sakit.

Pemeriksaan klinis secara umum meliputi dua hal yaitu, riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Riwayat medis perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah malnutrisi disebabkan oleh faktor primer, yaitu konsumsi makanan atau bukan

Pemeriksaan fisik kita lakukan terhadap perubahan fisik, yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi.

Tanda – tanda klinis mlanutrition ( gizi kurang ) tidak spesifik, hal itu karena ada beberapa penyakit yang mempunyai gejala yang sama, tetapi penyebabnya berbeda. Oleh karena itu pemeriksaan klinis ini harus dipadukan dengan pemeriksaan lain, seperti antropometri, laboratorium dan survei konsumsi makanan, sehingga kesimpulan dalam penilaian status gizi dapat lebih tepat dan lebih baik.

KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN

PEMERIKSAAN KLINIS

Keunggulan Pemeriksaan

1. Pemeriksaan klinis relatif lebih murah

2. Dalam pelaksanaannya pemeriksaan tidak memerlukan tenaga khusus tetapi tenaga paramedis bisa dilatih

3. Sederhana, cepat dan mudah diinterpretasikan

4. Tidak memerlukan peralatan yang rumit

Keterbatasan Pemeriksaan

1. Beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi

2. Gejala klinis tidak bersifat spesifik. Hal ini dikarenakan ada gejala klinik penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi lebih dari satu zat gizi

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.